Kamis, 15 Oktober 2015

Pengalaman Pengabdian / Pemberdayaan Masyarakat

Pengalaman Pengabdian / Pemberdayaan Masyarakat
pemberdayaan, Kamsos, ibu PKK
expedisi


Dari beberapa pengalaman terbaik pengabdian saya yakni ketika mengikuti Ekspedisi NKRI koridor Maluku dan Maluku Utara 2014, saya tergabung kepada tim komsos (komunikasi social) dimana tugasnya mengajar untuk sekolah setempat, melakukan pengobatan gratis dan khitan massal, membangun jembatan, infrastruktur apa saja yang diperlukan oleh desa / warga setempat. Saat saya berada disana hal awal yang saya lakukan adalah melakukan mapping atau pendekatan terhadap warga setempat, kemudian mengunjungi sekolah-sekolah menanyakan kelengkapan gurunya, alat peraga penunjang belajar, dan kurikulum apa saja yang belum ada dan belum pernah dilaksanakan di sekolah tsb. Sebagai contoh waktu di Halsel saya dan tim komsos melaksanakan Pramuka perdana di SMPN 8 Bacan. Peran saya waktu itu sebagai pengajar sekaligus yang mempersiapkan acara. Dan kabar terakhir dari salah seorang murid disana katanya sudah melaksanakan lagi agenda Persami yang kedua. Ternyata Pramuka di Maluku juga diminati. Kemudian membuat jembatan dari bamboo. Saat itu tim menemukan jembatan penghubung sudah rapuh, tim bersama warga bahu membahu membuat jembatan, lebih tepatnya memperbaiki jembatan. Alat dan bahan menggunakan potensi yang ada di desa tsb. Bamboo sudah ada di desa itu, tinggal paku dan pengikat. Dalam waktu satu hari jembatan itu sudah bagus lagi.  Peran saya waktu itu sebagai documenter. Membuat swearing penahan ombak. Sebelumnya swearingnya rapuh karena pernah banjir juga. Akhirnya diputuskanlah bersama kepala desa membuat swearing. Warga bergotong royong mengambil batu dan pasir dari kali. Sementara semen dapat bantuan dari bapak gubernur Halsel saat itu. Berkat kerja keras warga dibantu tim, swearing ini dapat selesai selama 3 hari. Peran saya waktu itu masih sebagai documenter. pengobatan gratis dan khitan massal berlangsung juga. Peminat yang banyak disini yaitu yang melaksanakan implant. Selama setengah hari dapat berlangsung acara ini. Peran saya waktu itu bagian registrasi, warga yang mau melaksanakan pengobatan dan khitan harus didata terlebih dahulu. Setelah semua agenda yang direncanakan terlaksana akhirnya tim komsos pun akan segera serpas (pergeseran pasukan) ke kotis. Kembali dari daerah pengabdian untuk melakukan laporan. Peran saya waktu itu bagian yang menginput data untuk laporan.  

Pengalaman Kerja/Mengajar

Pengalaman Kerja/Mengajar


Dari beberapa pengalaman terbaik mengajar saya yaitu saat mendapat amanah mengajar Bahasa Inggris di Ma’had Al-Jamiah IAIN Syekh Nurjati Cirebon yang mana siswa nya adalah mahasiswa baru kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Selain saingan yang ketat saat itu posisi saya semester tiga jurusan komunikasi penyiaran Islam fakultas ADDIN, sementara saingan juga banyak yang jurusan Bahasa Inggris yang mendaftar sebagai musyrifah atau pembimbing maha santri dan tiap waktu tertentu harus mengajar Bahasa Inggris. Ketika seleksi saya ikuti dengan serius. Mulai dari tes tulis, tes lisan dan wawancara. Dengan keyakinan bekal Bahasa Inggris waktu SMA dan setelah mengikuti program Bahasa saya selalu mendapat nilai baik, maka saya pun memberanikan diri mengikuti tes seleksi musyrifah dan pengajar Bahasa Inggris. Saya pun menanyakan seputar jobdesc pengajar Bahasa Inggris yang seperti apa, dan ternyata tahap dasar yang diberikan kepada mahasantri ini. Sedikit lega akhirnya. Meski saya harus terus mengupgrade kemampuan Bahasa Inggrisnya. Salah satu usahanya yaitu dengan mengikuti kursus di Intensive English Course (IEC). Setiap rabu dan sabtu sore saya mengikuti kursus ini. Dan ilmu yang saya dapatkan dari kursus ini langsung saya transferkan kepada rekan-rekan maha santri. Dari pengalaman ini saya lebih banyak belajar dan tantangan. Terlebih banyak mahasantri yang malas mengikuti kelas Bahasa Inggris, entah karena kelelahan atau karena malas. Jam belajar padahal selesai shalat isya, namun banyak sekali alasannya tugas kuliah.Apapun alasannya yang penting saya telah menunaikan tugas saya, selalu mengingatkan dan berapa pun yang hadir saya selalu tetap konsisten mengajar. Tidak ada alasan untuk berhenti mengajar, tidak pernah bolos. Dan Allah pun ketika itu selalu memberikan aku kesehatan. Sehingga bisa melakukan banyak aktivitas. Mulai dari kuliah, selesai itu mengerjakan tugas RZ kalau lagi ada proyek, jam 15.00 mengajar di TPA Al-Jamiah, TPA kampus. Setelah itu tugas dan bahan yang mau dikerjakan malam hari dipersiapkan saat itu pula. Sehingga pas tiba di kamar ma’had saya sudah siap untuk garapannya. Karena pasti ada kesibukan lain kalau sudah sampai ma’had. Kegiatan ma’had, mulai dari mengajak mahasantri untuk shalat berjamaah maghrib di masjid, selesai itu ada yang mengaji, ada yang masih aktivitas pribadi. Pembelajaran malamnya setelah shalat isya. Kalau pagi jam 05.00 materi melanjutkan Bahasa Inggris.

Pengalaman Organisasi

Pengalaman Organisasi


Dari beberapa organisasi itu pengalaman yang terbaik adalah ketika memasuki dunia organisasi relawan. Sejak awal masuk kuliah sampai saat ini. Betapa indahnya jadi relawan bisa selalu berkontrbusi dan berbagi. Selama masih bisa berkontribusi melalui tenaga dan pikiran, kenapa tidak. Masa muda masanya berkarya. Pada awalnya saya mengenal lembaga Rumah Zakat, ternyata didalamnya ada bagian ke pendidikan. Saya pun melibatkan diri masuk menjadi mentor di Indonesia juara. Bermodal keinginan saya ingin aktif selama kuliah saya mau menjadi mandiri. Memberikan pengalaman-pengalaman terbaik saya, menceritakannya kepada adik-adik binaan. Waktu itu ada recruitmen mentor, saya mendapat informasinya dari teman. Sejak saat itu saya mulai mengikuti alur instruksi yang diberikan RZ kepada saya. Adapun materi yang diberikan saat itu selain pembinaan kepada adik-adik, pelatihan keterampilan, cara membaca alQur’an yang baik dan benar, ada juga games yang bermanfaat. Setiap kegiatan selalu disampaikan apa manfaat yang bisa diperoleh setelah kita melakukan apapun. Mentoring yang berlangsung sebulan dua kali pertemuan. Setiap pertemuan berlangsung selama 3 jam. Diawali dengan pembukaan, materi inti dan penutupan. Sebentar memang sehingga waktu yang diberikan benar-benar digunakan untuk mengupgrade adik binaan. Selain kegiatan mentoring beberapa agenda lainnya seperti penyaluran mesjidku bersih dan hijau, penyaluran siaga bencana, penyaluran skill melalui agenda kampus relawan.Selama kurang lebih 5 tahun aktif di kegiatan relawan ini, banyak pelajaran yang bisa saya ambil hikmahnya. Mulai dari kedisiplinan, bekerja dibawah tekanan dalam artian deadline missal laporan yang harus segera saya selesaikan setelah laporan. Survie, sebagai relawan kita juga harus belajar survive dari masalah yang ada. Pernah suatu ketika mengikuti diksar, pendidikan dasar relawan lokasinya berada di sebuah hutan. Dimana perbekalan seadanya dan disana peserta dituntut untuk bisa survive. Relawan juga jangan egois, terlalu mementingkan diri sendiri itu bukan jiwa relawan. Karena disini kita belajar bersosialisasi dengan banyak orang. Beragam suku bangsa, Bahasa daerah yang kita hadapi. Misalnya saja ketika kita ditugaskan untuk melakukan penyaluran ke luar Jawa. Perlu keahlian mapping juga.Sebagai relawan itu selain menyenangkan juga, memberikan kita pelajaran yang berarti. Sebuah pengalaman. Pengalaman itu tidak bisa dibeli dengan uang. Pengalaman itu adalah guru yang terbaik. Suka duka di relawan menambah kedewasaan bagi saya pribadi. Tetap semangat bahagiakan umat.

Pengalaman Training/kursus





Dari Beberapa kursus tersebut pengalaman terbaik saat mengikuti Training Jurnalistik. Dari pengalaman yang tidak pernah memegang suatu alat satu pun. Menjadi pernah. Saat itu pertama kalinya menggunakan kamera untuk shooting. Rasanya berat sekali. Butuh perjuangan untuk menshoot harus mempunyai keluesan juga. Supaya gambar tidak goyang hasilnya. Waktu itu kami dilatih sama yang sudah ahli di bidangnya. Mereka yang sudah bekerja di media. Lokasi training itu lumayan jauh dari kampus, kami berangkat menggunakan bus kampus. Pelatihan di hari pertama seputar materi meliputi materi jurnalistik, media dan urgensitasnya. Beberapa materi seputar media dan materi ke jurnalistikan akhirnya selesai juga. Kita bermalam di hotel Linggarjati Kuningan. Dekat dengan water boom, dan taman bermain. Sepertinya sengaja kita dibawa ketempat ini supaya bisa mengaplikasikan materi yang sudah didapatkan. Awal praktek seputar fotographer, ilmu bagaimana kita mengambil sebuah moment berupa gambar sehingga hasil nya menjadi bagus. Semua peserta diberikan kesempatan untuk menggunakan kamera yang ada dipanitia. Lokasi yang bagus karena merupakan lokasi wisata, jadi semua bisa mengekspresikan kemampuan mengambil gambar yang bagus. Saya waktu itu belum memegang kamera, seharusnya yang mengikuti pelatihan ini mempunyai kamera. Namun saya tidak berkecil hati, pinjam ke teman yang memiliki kamera. Mencoba terus mencoba. Selain dapat ilmu, pengalaman dan teman baru pastinya. Selanjutnya bagian menshoot objek yang kita ambil tempat wisata itu. Saya hanya memegang sebentar karena harus gantian sama yang lainnya. Di kampus tempat kuliah ku belum pernah memegang kamera seberat ini, karena belum ada. Solusinya kita harus pintar-pintar mencari untuk mengasah kemampuan kita. Kemudian praktek menjadi seorang reporter. Saya senang sekali dengan reporter seperti nya mudah, tetapi pas dicoba selain harus tahan mental, kekritisan dalam berfikir juga diperlukan serta kreativitas dalam mewawancari narasumber. Ketika itu saya mewawancarai beberapa pengunjung menanyakan bagaimana perasaan pengunjung saat liburan, bagaimana perasaan berada di lokasi wisata ini. Setelah berhasil mewawancarai data itu kita olah, kemudian di presentasikan. Dari sejumlah kurang lebih 200 mahasiswa yang hadir dibagi beberapa kelompok. Saya kebagian bareng sama orang baru semua. Tapi bagi saya tidak masalah justru ini adalah sebagai ajang pembuktian bahwa kita yang datang kesini yang ikut pelatihan ini dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu.  

Jumat, 09 Oktober 2015

Bahasaku - Bahasamu

MENGENAL SEDIKIT MACAM-MACAM BAHASA NTT



Bahasa Kedang 

1.       Ude
2.       Sue
3.       Telu
4.       Apa
5.       Leme
6.       Eneng
7.       Pitu
8.       Pitu rai
9.       Lema apa
10.   Puluh
Narasumber; umi Zulfa
Bahasa Ende
1.       Esa
2.       Esarua
3.       Esatelu
4.       Esawutu
5.       Esazima
6.       Esazimaesa
7.       Esazimarua
8.       Esareumbutu
9.       Esateresa
10.   Zembuluh
11.   Zembuluh se esa
12.   Zembuluh se esarua,.. dst.
100 sengasu. 1 kata memuat beberapa benda embe artinya bisa hilang, ember.
Narasumber; Mamah Irna

Bahasa Timor-Timur (Bahasa Teton)
1.       Ida
2.       Ruaitu
3.       Telu
4.       Hat
5.       Lima
6.       Nen
7.       Hitu
8.       Walu
9.       Sia
10.   Sanulu
11.   Sanulu ida
12.   Sanulu ruaitu
….
100 atus ida
1000 ruhun ida
Poy artinya kambuh
Narasumber ; mamah Siti Ribeiro