Rabu, 27 Februari 2019

Selamat Jalan Murobiku



Sore itu, Rabu 27 Februari 2019,. Cuaca sore hari yang cerah, membuat hati bahagia, karena biasanya setiap sore hujan. Setiap sore biasanya jadwal pengajian di masjid Misbahul Hikmah. Acara pun beres sekitar jam 17.15 ditutup do’a bersama. Ketika berdo’a saya selalu teringat murobi ku yang masih terbaring di RS Hasan Sadikin Bandung. Berharap dapat informasi terbaiknya, diberikan kesembuhan tapi apalah daya kita hanya bisa berdo’a. Termasuk diriku yang hanya bisa mendo’akan beliau dari jauh. Semenjak beliau jatuh sakit kabarnya beliau sakit tekanan darah tinggi, pecah pembuluh darah, awalnya di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang sampai beliau harus dirujuk ke RS HS Bandung, hati mulai kalut. Teringat beliau pernah memberiku gelang dan dia berpesan; “Teh,.. suka sama gelang ini?”, “Saya jawab suka ummi”. Saya suka gelang apa aja, apalagi gelang yang dikasih ummi…, dipakai ya, jaga baik-baik!,. “iya ummi.. Inshaallah saya akan selalu memakainya.” Pada awalnya gelang ini tidak pernah dipakai, saya selalu menyimpan gelang beliau dengan baik di lemari. Namun semenjak mendengar kabar terakhir bahwa beliau kondisi saat ini tergantung pada alat. Mulai saat itu saya memakai gelang dari ummi. Berharap saya selalu ingat dan mendoakan beliau di setiap kondisi apapun.
Nama nya ummi Ully Esfandriari, beliau adalah sosok umi terbaik menurut aku, menjadi panutan anak-anaknya dan teladan bagi ummahat lainnya. Selain beliau sibuk kerja atau bisnis sampingannya, menjadi Ibu Rumah Tangga, beliau juga sibuk dakwah. Ini yang aku bangga dari beliau. Ketika hati kita sudah tertambat oleh dakwah, rasanya susah untuk melepaskan persaudaraan (ukhuwah Islamiyyah) yang sudah terjalin. Manakala hati kita kekeringan beliau bisa menyejukkan, manakala hati sedang gundah gulana beliau selalu mengingatkan. Bahwa kita tidak usah bersedih hati dengan dunia ini, manakala Allah sudah ridho, kita pun ridho. Raihlah keridhoan Allah, apapun usaha kita.
Waktu adalah waktu, terus berjalan tanpa ada yang bisa menghalang. Pagi itu saya mulai mengaktifkan WhatssApp /WA. Kamis, 28 Februari 2019 di penghujung akhir februari. Ada 2 pesan masuk yang mengabarkan bahwa ummi Ully sudah dipanggil oleh sang Khaliq. Innalillahi wa Inna ilaihi roojiuun. Saya pun langsung menyebarkan berita itu ke group liqo saya. Rasanya terlalu singkat  jika beliau harus pergi. Rasanya baru kemarin saya bertemu beliau. Tapi apalah daya, jodoh, kematian, kebahagiaan, rezki semua sudah ada yang mengaturnya. Do’a ku dari jauh untuk ummi, maafkan saya yang belum bisa kesana saat ini, karena masih disibukkan dengan laporan akhir bulanan. Air mata pun berderai tidak dapat ku bendung jika ku ingat kebaikan beliau yang telah ditorehkan. Setiap sepulang liqo/kajian kita selalu dibawakan oleh-oleh, beliau juga suka bikin pizza. Saya akan selalu merindukan Dano Permai 2, saya akan selalu merindukan ummi, saya akan selalu merindukan nasihat-nasihat ummi, saya akan selalu merindukan pizza ummi.
Selamat jalan ummi,.. semoga Engkau tenang disana, mendapat cahaya kedamaian. Semoga amal ibadah ummi di terima Allah Swt, sehingga kita bisa bertemu di Surga Nya nanti. Inshallah.
Mi Kasumi Wrote with Love 

Kamis, 21 Februari 2019

Tips Melawan Hoax


Tema; Melawan Hoax demi suksesnya pemilu 2019 yang damai, berkualitas dan bermartabat serta terwujudnya keberlanjutan pembangunan nasional


Tahun ini merupakan tahun politik yang istimewa, mengapa tidak dikatakan ini bahkan disebut-sebut terumit di dunia. Ada lima kertas suara dengan ukuran  yang berbeda yang harus dicoblos, masing-masing kertas suara memiliki warna yang berbeda. Misal kuning untuk DPR RI, biru untuk DPRD provinsi, hijau untuk DPRD kabupaten atau kota, merah untuk DPD dan hitam atau abau-abu untuk memilih presiden dan wakil presiden. Karena ada 5 surat suara yang harus dicoblos maka jumlah kotak suara pun ada 5 di setiap TPS (Tempat Pemungutan Suara). Jumlah TPS tahun 2019 lebih banyak dibandingkan tahun 2014. Setelah di uji coba oleh KPU setiap orang setidaknya membutuhkan waktu 11 menit di TPS, hal ini yang disinyalir akan membuat orang untuk memilih golput. Tapi ingat sekali lagi bahwa pemilihan ini merupakan pesta demokrasi bangsa Indonesia untuk memilih pemimpin yang akan datang jadi pastikan kita semua jangan golput, pilihlah calon pemimpin sesuai hati nurani kita jangan ikut-ikutan. Terlebih lagi kalau kita terbawa isu hoax yang saat ini mudah beredar di media sosial.
Dalam menyikapi agenda ini tak sedikit hoax pun beredar di media sosial. Hal ini yang dapat menimbulkan perpecahan. Ada pihak yang diuntungkan ada pihak yang dirugikan. Saya sendiri tidak menginginkan terjadinya kerusuhan selama pemilihan berlangsung nanti. Kita sebagai WNI (Warga Negara Indonesia) harus bisa menjaga Negara kita supaya tetap aman.  
Hoax sendiri menurut KBBI yaitu Hoax mengandung makna berita bohong, berita tidak bersumber. Menurut Silverman (2015), hoaks merupakan sebagai rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, namun “dijual” sebagai kebenaran. Menurut Werme (2016), mendefiniskan Fake news sebagai berita palsu yang mengandung informasi yang sengaja menyesatkan orang dan memiliki agenda politik tertentu. Hoax bukan sekedar misleading alias menyesatkan, informasi dalam fake news juga tidak memiliki landasan faktual, namun disajikan seolah-olah sebagai serangkaian fakta.
Tugas penyebar isu, diantaranya; mengabarkan berita sesuai permintaan client, mengaburkan target sasaran, dan menguburkan fakta yang sebenarnya. Kenapa hoax subur di negeri ini? Tiada lain karena pekerjanya dihargai dan tidak sedikit nominalnya. Cara intelligent bekerja untuk melakukan penyebaran hoax mulai dari perencanaan sampai goal nya bisa menenggelamkan atau menguburkan target sesuai permintaan client. Misalnya saja ketika ada demo mengenai isu A. mulai dari perekrutan massa, massa dibayar kurang lebih lima ratus ribu. Pembayar diongkosi sekitar dua milliar sehingga disini adanya penggalangan. Kemudian melaksanakan tugas sesuai permintaan client yakni mencoba merubah mindset supaya demo dianggap kekerasan. Membuat meme kekerasan, tersebarlah hoax seolah –olah membetulkan ada pembakaran. Pemesannya sendiri biasanya orang yang punya duit, karena tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk membuat hoax itu sendiri.
Pengguna sosmed oleh pelaku hoax dimanfaatkan secara maksimal. Mereka bisa meretas akun seseorang yang memiliki jumlah follower banyak, dan ini menjadi sasaran empuk bagi mereka.
Rakyat Indonesia mulai tumbuh generasi pengguna sosial media sehingga ada istilah gen x ; generasi 35 tahun ke atas, dan gen y ; generasi 35 tahun ke bawah. Berita hoax yang ada di sosmed itu yang popular itulah yang keren dan yang benar, sehingga tugas hoaxer yakni; mengkibarkan dan mengkobarkan. Mengkibarkan yakni menyebarkan berita dengan berbeda angel atau dengan kata lain sudut pandang, mengkobarkan seperti isu yang kecil menjadi besar. Sehingga pengaruhnya sangat besar kepada masyarakat Indoesia ada istilah cacing menjadi naga atau naga jadi cacing. Sesuatu yang tidak diketahui menjadi diketahui.
Maka dari itu kita harus mampu memilih berita, selain mendapatkan berita. Memilih mana berita hoax (palsu) dan nyata.  Hafidz Ari (Seorang penggagas dan pengarang buku Indonesia Tanpa JIL /ITJ)  sendiri menegaskan bahwa ; sebelum kita menyebarkan berita kita harus telaah berita itu hoax atau tidak. Bagaimana kita melawan hoax menurut beliau kita harus mengklarifikasi bukti/bukti yang beredar istilahnya kita harus tabayun dulu. Dan mengecek berita tersebut benar tidaknya. Berikut tips mengatasi hoax dilansir dari liputan 6.com ada 8 tips cara deteksi hoax dari kepala Badan Siber diantaranya; 1. Cek kejanggalan, ketika membaca berita jika kita merasa ada kejanggalan dalam berita tersebut biasanya menggunakan bahasa provokatif, memanfaatkan isu yang sedang beredar saat itu. 2. Kesesuaian judul dan isi, harus di cek antara judul dan isi berita tersebut sudah sinkron atau tidak. 3. Pastikan sumber berita, jika sumber tersebut sudah terverifikasi oleh dewan pers maka dapat dipercaya. 4. Lihat tanggal terbit, hal ini untuk memastikan berita tersebut sudah valid atau hoax. 5. Cek data pendukung, kita harus benar-benar mengecek data pendukung, supaya tidak ada yang disalahkan. 6. Kredibilitas penulis, bagaimana pun juga harus ditelusuri penulis lebih condong kearah kubu mana, 7. Arah keberpihakan penulis / media, apakah netral atau memihak salah satu kubu. 8. Klarifikasi ulang, masyarakat harus mengklarifikasi ulang berita tersebut, memastikan berita itu benar adanya atau hoax .
Masyarakat Indonesia harus mulai melek tidak hanya melek informasi dan teknologi, juga harus melek keadaan situasi dan kondisi. Sudah saatnya kita harus bijak dan dewasa dalam menyikapi setiap berita yang beredar. Sehingga dapat terwujudnya keberlanjutan pembangunan nasional karena dengan bersatu rakyat Indonesia negara akan kuat. sebaliknya ketika banyak perpecahan yang disebabkan hoax salah satu nya maka pembangunan pun akan terhambat.  Semoga pemilu tahun 2019 saat ini lancar tanpa ada hoax diantara kita ya.  

Sabtu, 25 Juni 2016

Inspirasi Ramadan



Get New Power
Memasuki 19 Ramadan bertepatan dengan 24 Juni 2016 hari ini merupakan penutupan rangkaian acara Inspirasi Ramadan. Seminar 1,5 jam bersama Setia Furqon Kholid diadakan oleh IRMA Salman ITB. Seluruh Jemaah yang hadir tidak hanya mahasiswa setempat namun orang umum pun hadir saat itu termasuk saya. Kata SETIA menjadi penyemangat baru dalam hidup tutur pendiri Setia Training Center itu. Adapun kepanjangan dari SETIA yakni Spiritual power kekuatan dasar keimanan kita, emotional power kekuatan emosi kita, True financial power kekuatan finansial yang benar. Intelektual power kekuatan intelektual merupakan urutan keempat sehingga orang cerdas, pintar dan jenius pun tidak menjamin hidupnya sukses. Akhirat power merupakan kekuatan motivasi kita setelah mencapai kesemuanya jangan lupakan akhirat. Sehingga apa yang dicita-cita kan di dunia di akhirat  pun harus sukses.
Diawali dengan cerita dari sang motivator muda ini, beliau menceritakan bagaimana perjuangan hidupnya yang saat itu kalau berangkat sekolah ada 3 pilihan, naik angkot, elf atau motor ayahnya (yang sering dikatain ojeg) karena memang mirip, tuturnya. Tapi tidak menyurutkan untuk terus semangat belajar. Termsuk ketika ke Gramedia dia tidak pernah beli buku, tapi dia lebih senang membaca buku, mendengarkan hal-hal yang bermanfaat dan apapun yang berguna bagi dirinya.
Seminar yang interaktiv ini membuat Jemaah tidak ngantuk, terlebih pematerinya santai tapi serius dalam menyampaikan materinya seputar motivasi ini. Beberapa games diantaranya, games saling pijat, games menangkap harimau antara jari telunjuk sebelah kiri dan jari sebelah kanan. Games suit sambal mata tertutup untuk mengetahui sejauh mana kekuatan emotional power nya.
Selanjutnya peserta pun diajak untuk melanjutkan potongan ayat surat yang dbacakan oleh motivator. Dan yang berhasil melanjutkan potongan ayat tsb, oleh pemateri dikasih buku karyanya. Wah, seru kan? Sekaligus mengetes hafalan. Semoga berkah acaranya. Salam Semangat!!!

Selasa, 14 Juni 2016

KISAH 2




Kajian Istiqomah 2 Ramadhan
Selasa, 07 Juni 2016
Sebuah judul besar yang akan diambil dari kajian ini yaitu “Maka Kemanakah kamu akan pergi?” (Attaqwir: 26)
Kembali kepada Allah (Almaidah:105)
“Biarlah bumi yang menceritakan kebaikan-kebaikan yang telah kau torehkan”. Allah akan menceritakan segala hal yang ada di muka bumi.
Karena awal sesuatu adalah awal untuk lainnya. Karena akhir sesuatu adalah akhir untuk lainnya. Karena hidup sesuatu adalah hidup untuk lainnya.
Yang mengelilingi kita ketika kita meninggal adalah, keluarga. Teman dan kerabat. Kembali jasadnya; hartanya. Kebaikan akan dikenang ketika kita sudah tidak ada.

KISAH 6





Menyiapkan Generasi Soleh
Ustadzah Devi melontarkan sebuah pertanyaan ke Jemaah, “Bapak/ibu mau anaknya pintar, cerdas atau soleh?” ibu-ibu pun menjawab anak sholeh bun. Kemudian pertanyaan sama kepada bapak-bapak, “Bapak-bapak mau anaknya pintar, cerdas atau soleh?” bapak-bapak menjawab anak soleh bun.
Kemudian beliau menceritakan dalam sebuah majlis Rasulullah dan sahabat terjadilah sebuah perbincangan dengan adanya pertanyaan. “Aku ingin menjadi manusia pintar ya Rasul?” Apa jawaban Rasul? Rasul menjawab: “Tingkatkan nilai ketaqwaan kepada Allah swt”.
Secara logika apa hubungannya taqwa dengan cerdas. Sebagai gambarannya Rasulullah sebagai tauladan kita. Rasul tidak sekolah kedokteran tapi dia paham kesehatan. Selama hidup Rasul jarang sakit, bisa dibilang tidak pernah sakit kecuali waktu di racun oleh wanita Yahudi dan sebelum beliau wafat. Rasul tidak sekolah sampai perguruan tinggi, tapi beliau jago ekonomi terbukti beliau jago perhitungan dalam dagang. Rasul bukan lulusan geografi tapi beliau bisa menentukan hilal, kiblat dan waktu sholat. Rasul yang dulu ummi, tapi bisa menyampaikan Risalah/wahyu dari Allah. Kata kunci yang beliau pegang adalah taqwa. Rasulullah sangat taqwa kepada Allah meski sudah dijamin surga untuknya namun beliau tetap rajin beribadah.
 Taqwa sendiri dapat diartikan sebagai takut. Takut kepada Allah bukan harus menghindar tapi harus mendekat. Taqwa juga bisa diartikan sebagai cinta. Cinta adalah suatu misteri tapi bisa memberikan energy. Adapun syarat-syarat cinta diantaranya; 1. Care yaitu peduli, jangan mengaku cinta kalau tidak peduli. 2. Responsibility yaitu tanggung jawab, bentuk tanggung jawab kita terhadap Allah yakni kelak bisa mempertanggungjawabkan semua amalan yang telah dilakukan, 3. Knowledge yakni mengetahui, dengan mengetahui sifat-sifatnya dan segala hal tentangNya, 4. Syukur, selalu bersyukur apa yang telah diberikanNya.
Kenapa harus mendidik anak soleh? Karena anak soleh kelak yang akan menjadi amal jariyah. Anak soleh sebagai bekal diakhirat yang akan mengantarkan orangtua ke surgaNya. Pertanyakan kepada anak kita apakah mereka sudah bisa menyolatkan jenazah, apakah mereka sudah hapal doa mayit laki-laki ato perempuan. Apalah arti sekolah jauh-jauh ke luar negri menempuh pendidikan tingga sampai S3 sekalipun kalau tidak bisa menyolatkan jenazah bahkan tidak hapal doa orang meninggal. Karena jangan dipungkiri bahwa masa depan setiap yang hidup adalah kematian.
Sehingga ketika anak-anak kita soleh, sudah siap memandikan orang tua, jika orang tua yang meninggal duluan pertama kali yang memandikan adalah anak kita bukan orang lain. Begitu pun ketika menyolatkan yang menjadi imam dari beberapa Jemaah yang hadir adalah anak kita yang menjadi imamnya. Doa anak yang soleh akan terus mengalir kepada orang tuanya. Oleh sebab itu orang tua perlu mendidik anak yang diutamakan adalah imtak nya (iman dan taqwa) nya. Baru kemudian iptek (ilmu pengetahuan teknologi).  
Jika orang tua sudah berusaha mendidik anak-anaknya menjadi anak soleh. Lantas bagaimana selaku anak untuk membalas kebaikan kepada orang tua?
Pertanyaan terakhir, apa yang sudah aku dan kamu persiapkan untuk memuliakan orang tua?
Hidup tidak seperti apa yang kita inginkan tapi hidup apa yang kita perjuangkan.
Fi sabilillahi bil haq. Wassalam.
10 Ramadhan 1437H

Senin, 06 Juni 2016

KISAH RAMADHAN



 KajIan iStiqomAH Ramadhan part 1

Senin, 06 Juni 2016
Allah menciptakan manusia organ yang dahulu terbentuk yakni pendengaran. Kenapa bisa ada hubungan antara pendengaran dan otak? Karena pendengaran menstimulus rangsangan ke bagian otak. Setiap insan awalnya tidak ada. Begitu pula aku, siapakah aku 30 tahun yang lalu? Pasti tidak tahu jawabannya orang saya aja belum lahir, artinya ini tidak ada. I’m nothing.
Kemudian Allah menciptakan Adam dan Hawa. Adam dari tanah dan Hawa dari tulang rusuk. Setelah keduanya di bumi dan beranak-pinak. Generasi selanjutnya berasal dari setetes air hina yang disebut mani. Lantas apa yang harus disombongkan dari diri ini?
Coba kita buka QS. Al Insan: 1-3;  1. bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat kau sebut? Artinya ini adalah suatu masa yang tidak ada apa-apa sebelum kita terlahir. 2. Sungguh kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. Yang kami hendak mengujinya dengan (perintah dan larangan)karena itu kami jadikan dia mendengar dan melihat. Sehingga terbukti bahwa organ tubuh manusia yang pertama kali terbentuk selama kehamilan adalah telinga dan mata.  3. Sungguh kami telah menunjukkan kepadanya jalan lurus, ada yang bersyukur ada yang kufur.
Setelah kita mentadaburi kalam diatas selanjutnya kita lihat Q.S; Mulk : 23: Katakanlah; Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan kamu pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu (tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur. Sehingga banyak dari kita yang lalai, maka nikmat manakah yang kamu dustakan. Selanjutnya ada hubungan dengan QS. Annaziat; 41, maka Sungguh Surga lah tempat tinggalnya, yakni bagi orang yang bersyukur dan mentaati perintah Allah. Dalam QS.As-syuaro; 83, (Ibrahim berdo’a) Ya Tuhanku berikanlah aku ilmu dan masukanlah aku kedalam golongan orang-orang saleh. Pada ayat ini terdapat 2 istilah kata Ilman dan hukman, keduanya sama-sama berpengetahuan. Ilmu berarti mengetahui, sedangkan hukman berarti mengetahui dan sudah diamalkan. Ibrahim memohon kepada Allah dengan kata hukman, artinya supaya diberikan pengetahuan yang diamalkan.
Selanjutnya QS. Abasa; 33, maka apabila datang suara yang memekakan (tiupan sangkakala yang kedua), kalam Allah menyebutkan bahwa adanya hari kebangkitan disinilah ada hal-hal yang tidak logis. Namun sebagai orang beriman harus bisa mengimaninya. Dihubungkan dengan QS  AlFajr; 27, wahai jiwa yang tenang, artinya orang-orang yang mensucikan jiwanya melatih diri untuk selalu berbuat kebaikan. Lantas siapakah mereka itu? Dijawab dalam  QS Annisa; 69, dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul maka orang itu akan bersama-sama dengan orang yang diberikan nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.QS ArRad; 23, (yaitu) surga-surga And yang mereka masuk kedalamnya bersama dengan orang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, anak cucunya sedang para malaikat masuk dari semua pintu.
Sebagai kesimpulan tunggu apalagi di Bulan Ramadhan ini untuk menebar kebaikan. Semoga dengan adanya bulan Ramadhan ini sebagai ajang pensucian jiwa kita, pembiasaan menuju arah yang lebih baik, hingga pada akhirnya kita termasuk golongan orang-orang yang berjiwa tenang, yang selalu mensucikan dirinya dengan amalan kebaikan (amal soleh) sehingga surga menanti kita.
Wallahu’alam